Sabtu, 07 Juni 2014

Petik Laut (Adat Nelayan Mengucap Syukur)

 Petik Laut berarti memetik, mengambil, memungut atau memperoleh hasil laut berupa ikan yang mampu menghidupi nelayan
Petik laut ini biasa dilakukan oleh Para nelayan untuk mengucap syukur atas hasil laut yang di berikan untuk menghidupi keluarga mereka,adat ini sudah di lakukan turun temurun dan sudah merupakan pakem. banyak ritual yang harus di lakukan dalam petik laut ini,dan tidak boleh di langgar.Upacara ini merupakan Upacara tahunan yang di selenggarakan setiap 1 suro dalam penanggalan Jawa .
berbagai sessaji yang di persembahkan dalam upacara petik laut ini. saat pelarungan sesaji ke tengah laut, sesaji itu disatukan dalam sebuah perahu kecil. Isinya macam-macam, namun yang paling menonjol adalah kepala sapi. Sebelum dilarung, sesaji itu telah melalui serangkaian ritual.Ritual berupa bacaan-bacaan doa yang biasanya di banya oleh petua nelayan, Perahu sesaji diturunkan kelaut beramai-ramai kemudian dilarung ketengah dan ditenggelamkan. jika sesaji ini sampai kepinggir, masyarakat beranggapan bahwa sesaji ini tidak diterima oleh ratu laut. dan dikembalikan kepada masyarakat.sesaji ini tidak hanya berupa makanan dan bunga saja,bahkan ada emas yang di ikut sertakan dalam sesaji,biasanya emas ini hampir 1 ons dan bahkan lebih. ini sudah merupakan tradisi turun menurun.
tidak hanya pelepasan sesaji ke tengah laut, namun ritual ini masih terus dilaksanakan dengan pertunjukan wayang,perlombaan,dll. 

Tradisi tersebut juga diyakini mampu membawa kebaikan dan kesejahteraan bagi nelayan yang ditandai melimpahnya ikan (hasil laut). Jadi tidak heran lagi jika dalam upacara pelarungan sesaji ketengah laut saat itu juga diikuti ratusan kapal nelayan.
 tradisi isi sudah merupakan pakem yang tidak bisa di langgar, apalagi untuk daerah yang de kelilingi laut seperti situbondo,banyuangi,dan lainnya.
tujuan acara ini tetap untuk mensyukuri pemberian yang maha kuasa, namun menurut orang terdahulu,laut itu ada yang menjaga,yaitu ratu laut,sudah sepantasnya kita mengucapkan terimakasih juga kepada ratu laut yang sudah menjaga.



Teimakasih!!
Karya Fotografi, tema " Suffer"
sesuai dengan tema,saya memberi nama "suffer" karena bunga ini hidup bukan pada tempatnya..
karya ini sengaja saya ambil untuk  menjelaskan kehidupan seseorang yang hidup dala kegelapan karena kemiskinan, bunga indah yang berwarna pink melambangkan seorang wanita,sebuah manggkok tembikar dengan berisi air,serta patahan -patahan kayu disekelilingnya yang  berwarna hitam pekat melambangkan lingkungan yang buruk.arya ini diambil ketika saya mengenal seorang wanita. maksud dari karya ini akan saya rinci, seorang wanita yang rela menjadi seorang PSK demi melanjukan kehidupannya. dia wanita baik,namun terjun ke tempat yang salah,ke tempat yang tidak seharusnya ia tempati,sama halnya dengan bunga pink yang seharusnya tidak berada di atas air yang diwadahi mangkok tembikar,dan dikelilingi serpihan kayu,wanita ini hidup dikalangan orang yang picik,yang memikirkan kesenangan dunia,salah satunya seks. orang-orang itu di lambangkan dengan serpihan-serpihan kayu di sampingnya.warna hitam pekat itu adalah aura negatif dari orang-orang tersebut. mengapa saya meletakkan bunga di atas air?mengapa tidak yg lain? karena bunga yang hidupnya di tanah,dan kemudian di letakkan di air,lama kelamaan akan busuk,sama halnya dengan wanita yang menempatkan dirinya pada tempat yg salah,lama kelaan dia akan rapuh dan menyesal.dan bahkan bisa mati di tempat itu.
karya yang saya buat bukan untuk menyinggung seseorang, melainkan karya ini untuk memaparkan kehidupan gelap atau bisa dibilang sebuah saran!!

Terimakasih!!

Jumat, 06 Juni 2014

Apa itu ART " Bagi Masyarakat"



Dari beberapa sumber yang ada, terdapat beberapa definisi mengenai arti kata dari seni. Dalam bahasa Sansekerta kata seni disebut cilpa. Sebagai kata sifat cilpa berarti bewarna dan kata jadiannya su-cilpa berarti dilengkapi dengan bentuk-bentuk yang indah atau dihiasi dengan indah. Sebagai kata benda ia berarti pewarnaan yang kemudian berkembang menjadi segala macam kekriaan yang artistik. Cilpacastra yang banyak disebut-sebut dalam pelajaran sejaran kesenian adalah buku atau pedoman bagi para cilpin yaitu tukang. Termasuk di dalamnya apa yang sekarang disebut seniman.
Sedangkan dalam bahasa latin pada abad pertengahan ada terdapat istilah-istilah ars, artes, dan artisa. Ars adalah teknik atau craftmanship yaitu ketangkasan dan kemahiran dalam mengerjakan sesuatu. Adapun artes berarti kelompok orang-orang yang memiliki ketangkasan atau kemahiran. Sedangkan artisa merupakan anggota yang ada di dalam kelompok orang-orang yang meliki kemahiran atau ketangkasan. Maka kiranya artisa dapat dipersamakan dengan cilpa. Ars inilah yang kemudian berkembang menjadi I’arte (italia), I’art (perancis), E’larte (spanyol) dan Art (inggris). Bersamaan dengan itu isinya pun berkembang sedikit demi sedikit ke arah pengertiannya yang sekarang. Tetapi di Eropa ada juga istilah-istilah yang lain. Orang Jerman menyebut seni dengan “Die Kunts” dan orang belanda dengan sebutan “Kunts” yang berasal dari akar kata lain.
Dari berbagai pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa seni merupakan suatu adalah proses penggambaran ekspresi dari manusia sehingga bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreatifitas manusia. Seni sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai, bahwa masing-masing individu  memilih sendiri peraturan dan parameter yang menuntunnya , masih bisa dikatakan bahwa seni adalah proses dan produk dari memilih medium, dan suatu set peraturan untuk penggunaan medium itu, dan suatu set nilai-nilai yang menentukan apa yang pantas dikirimkan dengan ekspresi lewat medium itu, untuk menyampaikan baik kepercayaan, gagasan, sensasi, atau perasaan dengan cara seefektif mungkin untuk medium itu. Sekalipun demikian, banyak seniman mendapat pengaruh dari orang lain masa lalu, dan juga beberapa garis pedoman sudah muncul untuk mengungkap gagasan tertentu lewat simbolisme dan bentuk (seperti bakung yang bermaksud kematian dan mawar merah yang bermaksud cinta).”( http://maxtornug2.wordpress.com)”
  setelah mengetahui definisi Dari Art itu sendiri, bisakah kita berfikiran bahwa Art itu ruang lingkupnya banyak??
Banyak Masyarakat yang mengira Bahwa Art itu Hanya Untuk Rupa aja,padahal banyak yang bisa kita sebut dengan ART, seperti music,acting,dll.
akan tetapi masyarakat hanya menyebut Rupa,jika mereka mendengar Art.
Apa penyebab terjadinya hal ini?
sebenarnya tidak sulit untuk mengetahui mengapa Rupa itu lebih cenderung di sebut Art!
ketika ada pameran,atau sebuah karya seni Rupa seperti lukisan,kita cenderung menginformasikan pameran seni rupa,dan ketika ada pameran seni yang lain seperti musik,orang lebih menyebutnya ke konser.itulah mengapa masyarakat berpendapat bahwa Art itu hanya milik Rupa Saja,padahal yang lain juga termasuk Art, hanya beda dalam sebutan,jika ada pertunjukan seni Drama, masyakat cenderung menyebutnya dengan Drama Saja, hal ini menyebabkan Kata seni yang seharusnya bersandingan dengan drama akhirnya hilang,dan bahkan Asing kedengarannya jika disebutkan!!! 
Art mecakup semuanya,tidak hanya rupa saja,meskipun di masyarakat cenderung berpendapat bahwa Art hanya Rupa saja.tapi itu salah, semua masuk dalam Art,music,drama,dll. semua karya itu adalah Art. untuk meluruskan pendapat masyarakat yang melenceng,kita hanya perlu menjelaskan,bagi yang lebih mengerti mengenai Art.

Terimakasih!!
                                                     salah satu contoh karya Art..