Minggu, 04 Oktober 2015

Tugas Profesi Pendidikan (tgl 30 Sept 2015)

-Teori darwinisme sosial
The Darwinisme sosial Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan penggunaan konsep perjuangan untuk eksistensi dan survival of the fittest untuk membenarkan kebijakan-kebijakan sosial yang tidak membeda-bedakan orang yang mampu menghidupi diri dan mereka yang tidak mampu untuk menghidupi diri sendiri. Banyak pandangan seperti kompetisi stres antara individu dalam kapitalisme laissez-faire, tetapi konsep serupa telah memotivasi gagasan eugenika, rasisme, imperialisme, fasisme, Nazisme dan perjuangan antara kelompok-kelompok nasional atau rasial.

-LPTK adalah singkatan dari kata Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan.  Istilah Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan apabila disingkat yaitu menjadi LPTK. Akronim  LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan) merupakan singkatan/akronim resmi dalam Bahasa Indonesia.
LPTK menciptakan Calon Guru
dan non LPTK adalah jurusan selain keguruan,contoh kimia murni,bidan,dll.

NON LPTK menciptakan Calon pekerja bidang study yang nantinya juga bisa menjadi calon guru.
Banyak univ yang menciptakan calon guru,diantaranya ITB,UI,UGM,UNAIR,dll. dan semuanya berkesempatan sama,yaitu menjadi calon guru,
 LPTK memiliki konten Keguruan dan keilmuan,sedangkan Non LPTK  hanya keilmuan saja, untuk menjadi guru profesional, kita membutuhkan ijazah dan sertifikat, banyak cara yang bisa dilakukan, misalnya menyertakan
* PSPSL ,pemberian sertifikat secara langsung.
* Phortopolio
* dan Ikut PLPG ,pendidikan dan latihan profesi guru
jadi antara LPTK dan NON LPTK memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi calon guru dan guru yang profesional. semua calon guru wajib ikut PPG Prajabatan 1 thn.

Pendidikan Profesi Guru (PPG) adaah sebuah program baru dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Setelah bergulir dengan berbagai pertimbangan sejak tahun 2008. Dan pada tahun 2016 pemerintah telah mengeluarkan kebijakan bahwa setiap guru harus menempuh pendidikan profesi guru guna meningkatkan kompetensi pendidik. Sehingga, lulusan sarjana pendidikan akan bersaing dengan sarjana ilmu murni. Ketetapan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 87 Tahun 2013 tentang Program Pendidikan Profesi Guru.

Kebijakan tersebut diambil atas pertimbangan rendahnya kualitas guru di Indonesia saat ini. Dan jika lulusan sarjana ilmu murni memiliki potensi dalam pengertian ilmunya lebih tinggi daripada sarjana pendidikan kenapa tidak boleh menjadi guru, bila tujuan kebijakan tersebut demi memajukan pendidikan di Indonesia.

Saat ini teori darwinisme sosial sangat berlaku,siapa yang kuat,dia yang menang,dan yang lemah,dia akan hancur.

Tugas pengembangan peserta didik (tgl 29 Sept 2015)



MEMBAHAS GAMBAR ANAK
1. Masa Mencoreng (scribbling)   : 2-4 tahun
Goresan-goresan  yang  dibuat  anak  usia  2-3  tahun  belum  menggambarkan  suatu  bentuk  objek.  Pada  awalnya,  coretan  hanya  mengikuti  perkembangan  gerak motorik.  Biasanya,  tahap  pertama  hanya  mampu  menghasilkan  goresan  terbatas, dengan arah vertikal atau horizontal. Hal  ini tentunya berkaitan dengan kemampuan motorik  anak  yang  masih  mengunakan  motorik  kasar.  Kemudian,  pada perekembangan  berikutnya  penggambaran  garis  mulai  beragam  dengan  arah  yang bervariasi pula. Selain itu mereka juga sudah mampu mambuat garis melingkar.
Periode ini  terbagi ke dalam  tiga tahap, yaitu: 1) corengan tak beraturan, 2) corengan terkendali, dan 3) corengan bernama.
Ciri  gambar yang dihasilkan anak pada tahap  corengan tak beraturan  adalah bentuk  gembar  yang  sembarang,  mencoreng  tanpa  melihat  ke  kertas,  belum  dapat membuat corengan berupa lingkaran dan memiliki semangat yang tinggi.
Corengan  terkendali  ditandai  dengan  kemampuan  anak  menemukan  kendali  visualnya  terhadap  coretan  yang  dibuatnya.  Hal  ini  tercipta  dengan  telah  adanya kerjasama  antara  koordiani  antara  perkembangan  visual  dengan  perkembamngan motorik.  Hal  ini  terbukti  dengan  adanya  pengulangan  coretan  garis  baik  yang  horizontal , vertical, lengkung , bahkan lingkaran.
Corengan  bernama  merupakan  tahap  akhir  masa  coreng  moreng.  Biasanya terjadi  menjelang  usia  3-4  tahun,  sejalan  dengan  perkembangan  bahasanya  anak  mulai  mengontrol  goresannya  bahkan  telah  memberinya  nama,  misalnya:  “rumah”, “mobil”,  “kuda”.  Hal  ini  dapat  digunakan  oleh  orang  tua  atau  guru  pada  jenjang pendidikan  usia  dini  (TK)  dalam  membangkitkan  keberanianan  anak  untuk mengemukakan  kata-kata  tertentu  atau  pendapat  tertentu  berdasarkan  hal  yang digambarkannya.

Ini adalah hasil gambar anak umur 3 th. Dari gambar tersebut bisa kita lihat bagaimana psikologi anak tersebur,dia menggambarkan matahari,kupu-kupu dan coretan-coretan yg lainnya,dari coresan yang tidak teratur ini,di ketahui bahwa anak umur 3 th belum bisa menggunakan motoriknya dengan baik,harus sabar menynggu dan membimbing anak masa mencoreng,dia menggambarkan matahari,dan kupu-kupu,ketika saya Tanya,karena di rumah yang dia tempati sangat panas,dan banyak kupu-kupu,dan coretan coklat yang dia buat adalah tanah. Jadi belum bisa kita lihat jelas dari bentuk, hanya bisa kita lihat sebuah coretan saja.

2. Masa Prabagan (preschematic)  : 4-7 tahun
Kecenderungan  umum  pada    tahap  ini,  objek  yang  digambarkan  anak biasanya  berupa  gambar  kepala-berkaki.  Sebuah  lingkaran  yang  menggambarkan kepala kemudian pada bagian bawahnya ada dua garis sebagai pengganti kedua kaki.  Ciri-ciri  yang  menarik  lainnya  pada  tahap  ini  yaitu  telah  menggunakan bentuk-bentuk  dasar  geometris  untuk  memberi  kesan  objek  dari  dunia  sekitarnya. Koordinasi  tangan  lebih  berkembang.  Aspek  warna  belum  ada  hubungan  tertentu dengan  objek,  orang  bisa  saja  berwarna  biru,  merah,  coklat  atau  warna  lain  yang disenanginya.
Penempatan  dan  ukuran  objek  bersifat  subjektif,  didasarkan  kepada kepentingannya. Ini  dinamakan  dengan  “perspektif batin”. Penempatan objek dan penguasan ruang belum dikuasai anak pada usia ini.
 

 
Ini adalah gambar anak usia 5 tahun,dari gambar tersebut,bisa kita ketahui bahwa gambar ini milik anak perempuan,jika kita lihat dari bentuk yang digambar dan pemilihan warna yang digunakan,ia,dia adalah caca umur 5 tahun. Pada umumnya anak masa prabagan yang terlebih dahulu di gambar adalah manusia,setelah itu baru hal pendukung yang lain,anak masa prabagan belum mengenal ruang,jadi gambarnya belum teratur,bisa diletakkan dimana saja,bahkan dia menggambarkan orang di atas,ruang yang memiliki banyak buah dan benda di dalamnya,ia sebut itu kulkas,dan manusia yang dia gambarkan itu merupakan dirinya sendiri, dia menggambarkan dirinya di atas kulkas karena dia sangat senang makan,itu alas an yang dia utarakan.

Jadi, melihat gambar anak juga bisa mengetahui ltar belakang dan menilai kreativitas serta perkembangan psikologi anak.

Thanks ^_*