Minggu, 13 Desember 2015

Teori Aliran Nativisme

1.      Teori Aliran Nativisme
Tokoh aliran Nativisme adalah Arthur Schopenhauer. la adalah filosof Jerman yang hidup pada tahun 1788-1880. Nativisme berasal dari kata Nativus yang berarti kelahiran., dan menurut Aliran Nativisme bahwa hasil pendidikan dan perkembangan manusia itu ditentukan oleh pembawaan yang diperolehnya sejak anak itu dilahirkan Anak dilahirkan ke dunia sudah mempunyai pembawaan dari orang tua maupun di sekelilingnya, dan pembawaan itulah yang menentukan perkembangan dan hasil pendidikan. Jadi Aliran ini berpandangan bahwa perkembangan individu ditentukan oleh faktor bawaan sejak lahir. Arthur Schopenhauer yang beranggapan bahwa faktor pembawaan yang bersifat kodrati tidak dapat diubah oleh alam sekitar atau pendidikan. Dengan tegas Arthur Schaupenhaur menyatakan yang jahat akan menjadi jahat dan yang baik akan menjadi baik. Selain Arthur Schopenhauer, juga dapat dimasukkan dalam golongan Plato, Descartes, Lomborso, dan pengikut-pengikutnya yang lain.
Kelebihan dan kekurangan pada aliran nativisme ini adalah Kelebihannya dapat menghargai hakikat pembawaan individu. Kekurangannya menantikan lingkungan dan pesimis terhadap prses pendidikan.
2.      Teori Aliran Empirisme
Teori yang bertentangan dengan teori nativisme ialah aliran dari teori empirisme karena karena berpendapat bahwa dalam perkembangan anak menjadi dewasa itu sangat dipengaruhi oleh lingkungan atau pengalaman dan pendidikan yang diterimanya sejak kecil. Pada dasarnya manusia itu bisa didik apa saja menurut kehendak lingkungan atau pendidikannya. Teorinya John Lock dikenal dengan Tabulae rasae (meja lilin), yang menyebutkan bahwa anak yang lahir ke dunia seperti kertas putih yang bersih. Kertas putih akan mempunyai corak dan tulisan yang di gores oleh lingkungan. Faktor bawaan dari orangtua (faktor keturunan) tidak dipentingkan. Pengalaman diperoleh anak melalui hubungan dengan lingkungan (sosial, alam, dan budaya). Pengaruh empiris yang diperoleh dari lingkungan berpengaruh besar terhadap perkembangan anak. Menurut aliran ini, pendidik sebagai faktor luar memegang peranan sangat penting, sebab pendidik menyediakan lingkungan pendidikan bagi anak, dan anak akan menerima pendidikan se¬bagai pengalaman. Pengalaman tersebut akan membentuk tingkah laku, sikap, serta watak anak sesuai dengan tujuan pendidikan yang diharapkan. Dalam dunia pendidikan, pendapat empirisme dinamakan optimisme paedagogis, karena upaya pendidikan hasilnya sangat optimis dapat mempengaruhi.
Kelebihan dan kekurangan pada aliran emperisme ini adalah Kelebihannya dapat menghargai pengaruh pentingnya lingkungan. Kekurangannya tidak dapat menerangkan kejadian-kejadian dimasyarakat tentang perlakuan yang sama menghasilkan anak yang berbeda.
3.      Teori Aliran konvegensi
Tokoh aliran Konvergensi adalah William Stem. la seorang tokoh pendidikan Jerman yang hidup tahun 1871-1939. Konvergensi berasal dari kata Convergative yang berarti penyatuan hasil atau kerja sama untuk mencapai suatu hasil.Aliran Konvergensi merupakan kompromi atau kombinasi dari aliran Nativisme dan Empirisme. Aliran ini berpendapat bahwa anak lahir di dunia ini telah memiliki bakat baik dan buruk, sedangkan perkembangan anak selanjutnya akan dipengaruhi oleh lingkungan, dan kemungkinan-kemungkinan yang dibawa sejak lahir itu merupakan petunjuk-petunjuk nasib manusia yang akan datang dengan ruang permainan. Anak yang mempunyai pembawaan baik dan didukung oleh lingkungan pendidikan yang baik akan menjadi semakin baik. Sedangkan bakat yang dibawa sejak lahir tidak akan berkembang dengan baik tanpa dukungan lingkungan yang sesuai bagi perkembangan bakat itu sendiri. Sebaliknya, lingkungan yang baik tidak dapat menghasilkan perkembangan anak secara optimal jika tidak didukung oleh bakat baik yang dibawa anak.
Kelebihan dan kekurangan pada aliran konvergensi ini adalah Kelebihannya dapat menghargai pengaruh pentingnya pembawaan dan lingkungan. Kekurangannya pembawaan dan lingkungan masih dipandang sebagai sesuatu yang terdiri sendiri.
4.      Teori Aliran Interaksi/Kognitif
Piaget mengajarkan bahwa perkembangan kognitif adalah hasil gabungan dari kedewasaan otak dan sistem saraf dan adaptasi pada lingkungan. Piaget menekankan pentingnya pendidik dalam memperhatikan tahapan perkembangan kognitif setiap individu, sehingga metode pendekatanpembelajaran dapat diberikan dengan tepat. Adaptasi adalah proses dengan mana anak-anak menyesuaikan pemikirannya untuk memasukkan informasi baru yang selanjutnya mereka mengerti. Piaget (dalam Rice, 2002) mengatakan bahwa anak-anak menyesuaikan diri dengan dua cara, yaitu asimilasi dan akomodasi. Asimilasi berarti memperoleh informasi baru dan memasukkannya ke dalam skema sekarang dalam respon terhadap stimulus lingkungan yang baru.Akomodasi meliputi penyesuaian pada informasi baru dengan menciptakan skema yang baru ketika skema lama tidak berhasil. Anak-anak mungkin melihat anjing untuk pertama kalinya (asimilasi), tapi kemudian belajar bahwa beberapa anjing aman untuk di piara dan anjing lainnya tidak (akomodasi). Ketika anak-anak memperoleh semakin banyak informasi, mereka menyusun pemahamannya tentang dunia secara berbeda.
Kelebihan dan kekurangan pada aliran kognitif atau interaksi ini adalah Kelebihannya interaksi antara pribadi dengan dunia luar. Kekurangannya pengaruh timbal balik antara pembawaan dan lingkungan. Faktor pembawaan dan lingkungan berjalan bersama-sama mempengaruhi perkembangan seseorang.
.
Rita, Dkk. 2007. Pengembangan Peserta Didik. (online).
(http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/Dr.%20Rita%20Eka%20Izzaty,%20S.Psi.,%20M.Si./Buku%20PPD-revisi%20ak\hir.pdf. diakses tanggal 3 Oktober 2015, pukul 21:06 WITA)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar