Minggu, 02 November 2014

Karya Instalasi (kekuasaan tertinggi)

judul kaya : Kekuasaan Tertinggi.
objek yang di gunakan adalah gedung pasca sarjana undiksha,dan bentuk kursi yang terbuat dari stik es krim.dan mata uang indonesia.

Konsep karya :
arti kekuasaan dari berbagai sumber
 > Kekuasaan adalah kewenangan yang didapatkan oleh seseorang atau kelompok guna menjalankan kewenangan tersebut sesuai dengan kewenangan yang diberikan, kewenangan tidak boleh dijalankan melebihi kewenangan yang diperoleh[1] [2] atau kemampuan seseorang atau kelompok untuk memengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku (Miriam Budiardjo,2002) atau Kekuasaan merupakan kemampuan memengaruhi pihak lain untuk berpikir dan berperilaku sesuai dengan kehendak yang memengaruhi (Ramlan Surbakti,1992).
Dalam pembicaraan umum, kekuasaan dapat berarti kekuasaan golongan, kekuasaan raja, kekuasaan pejabat negara. Sehingga tidak salah bila dikatakan kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi pihak lain menurut kehendak yang ada pada pemegang kekuasaan tersebut. Robert Mac Iver mengatakan bahwa Kekuasaan adalah kemampuan untuk mengendalikan tingkah laku orang lain baik secara langsung dengan jalan memberi perintah / dengan tidak langsung dengan jalan menggunakan semua alat dan cara yg tersedia. Kekuasaan biasanya berbentuk hubungan, ada yg memerintah dan ada yg diperintah. Manusia berlaku sebagau subjek sekaligus objek dari kekuasaan. Contohnya Presiden, ia membuat UU (subyek dari kekuasaan) tetapi juga harus tunduk pada UU (objek dari kekuasaan). http://id.wikipedia.org/wiki/Kekuasaan

>Gilbert W. Fairholm mendefinisikan kekuasaan sebagai “... kemampuan individu untuk mencapai tujuannya saat berhubungan dengan orang lain, bahkan ketika dihadapkan pada penolakan mereka.” Fairholm lalu merinci sejumlah gagasan penting dalam penggunaan kekuasaan secara sistematik dengan menakankan bahwa kapasitas personal-lah yang membuat pengguna kekuasaan bisa melakukan persaingan dengan orang lain.  http://deaalliqafitri.blogspot.com/2014/01/definisi-kekuasaan-dan-pengaruh-dalam.html

pada dasarnya,kekuasaan akan dimenangkan oleh siapa yang paling kuat, dalam hal intelektual dan kepribadian. namun di era sekarang,banyak yang menyelewengkan kekuasaan, atau memenangkan/memperoleh kekuasaan dengan cara yang salah. seperti apa yang kita lihat saat ini,banyak diantaranya memperoleh kekuasaan dengan mata uang,padahal dia sendiri belum tentu bisa menjalankan kuasanya itu dengan baik menurut kecerdasan intelektual dan kepribadiannya sendiri,oleh sebab itu,karya instalasi yang saya buat dengan bneuk yang demikian,adalah gambaran realita yang ada saat ini,mengapa kursi dengan nilai mata uang terbesar yang bisa menguasai gedung tersebut,karna itulah realita,siapapun yang menginginkan kekuasaan,dia harus mampu berperang dengan mata uang yang dia miliki.

deskripsi karya : Kursi melambangkan kekuasaan,gedung pasca sarjana yang digunakan sebagai lambang / tempat orang kebanyakan penyelewengan mendapat kekuasaan, mengapa gedung pasca sarjana?? mengapa bukan yang lain? yang banyak di ketahui di indonesia khususnya,untuk mencari CPNS itu sulit,dan banyak penyelewengan,pasca sarjana adalah gedung yang memiliki nilai tinggi dan dosennya rata-rata PNS.oleh sebab itu saya memakai gedung pasca sarjana, kursi yang memiliki nilai mata uang tertinggi yang menguasai gedung(kuasa tertinggi/memenangkn kuasa),dan kursi yang memiliki nilai mta uang rendah ada di belakangnya,ukuran kursi sesuai  dengan nilai mata uang melambangkan ukuran kekuasaan sesuai dengan nilai mata uang yang dia punya. mengapa posisi karya demikian?disusun demikian karna sama halnya seperti perlombaan,sesuai nomor urut,tapi yang ini beda,dia ada dposisinya,karena nilai mata uangnya.

pesan dan saran : menangkanlah kekuasaan sesuai kemampuan diri sendiri,tanpa ada nilai mata uang yang mendampingi!!

trimakasih!!


Senin, 20 Oktober 2014

Pahlawan Masa Kini 2

Pahlawan masa kini, foto ini adalah gabungan dari karya pertama saya,memiliki konsep yang sama,pengerjaan yang sedikit agak berbeda.(Monumen Pahlawan Tri Yudha Sakti,sangket singaraja)

PAHLAWAN MASA KINI














foto yang lain yang saya gunakan adalah foto suparman yang saya download di google oleh (Publicity-Photo-superman-the-movie-20409110-1009-1400)










 
Dan foto pendukung yang lain adalah Petir, dan awan. (petir marun dan valley_of_dragons___remember_it_and_burn_by_miraccoon-d4s1qna )
 






















KOnsep Karya : karya ini memiliki bahan dasar pembahasan yaitu tugu pahlawan,mengapa demikian?? pahlawan adalah salah satu sejarah terpenting di dunia, khususnya indonesia.pahlawan Nasional Fokusnya.
pahlawan Nasional itu Sendiri memiliki Arti
Pahlawan Nasional adalah gelar penghargaan tingkat tertinggi di Indonesia.[1] Gelar anumerta ini diberikan oleh Pemerintahan Indonesia atas tindakan yang dianggap heroik – didefinisikan sebagai "perbuatan nyata yang dapat dikenang dan diteladani sepanjang masa bagi warga masyarakat lainnya." – atau "berjasa sangat luar biasa bagi kepentingan bangsa dan negara."[2] Kementerian Sosial Indonesia memberikan tujuh kriteria yang harus dimiliki oleh seorang individu, yakni:[2]
  1. Warga Negara Indonesia[a] yang telah meninggal dunia dan semasa hidupnya:
    1. Telah memimpin dan melakukan perjuangan bersenjata atau perjuangan politik/ perjuangan dalam bidang lain mencapai/merebut/mempertahankan/mengisi kemerdekaan serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.
    2. Telah melahirkan gagasan atau pemikiran besar yang dapat menunjang pembangunan bangsa dan negara.
    3. Telah menghasilkan karya besar yang mendatangkan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat luas atau meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia.
  2. Pengabdian dan Perjuangan yang dilakukannya berlangsung hampir sepanjang hidupnya (tidak sesaat) dan melebihi tugas yang diembannya.
  3. Perjuangan yang dilakukan mempunyai jangkauan luas dan berdampak nasional.
  4. Memiliki konsistensi jiwa dan semangat kebangsaan/nasionalisme yang tinggi.
  5. Memiliki akhlak dan moral yang tinggi.
  6. Tidak menyerah pada lawan/musuh dalam perjuangannya.
  7. Dalam riwayat hidupnya tidak pernah melakukan perbuatan tercela yang dapat merusak nilai perjuangannya.
    (http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_Pahlawan_Nasional_Indonesia)
    Mengenai 3 pahlawan yang saya jadikan objek editing, yaitu:

    Saat masa-masa tersebut terpadat tiga nama pahlawan yang paling berpengaruh. Mereka adalah Letkol (Anumerta) I Gusti Putu Wisnu, Mayor (Anumerta) Nengah Metra dan Mayor (Anumerta) I Gede Muka Pandan di mana semasa hidupnya berjuang dan bertempur bertaruh nyawa.  Atas perjuangan mereka membela dan mempertahankan negara dan bangsa dibuatkanlah monumen perjuangan yang dikenal dengan Monumen Perjuangan Tri Yudha Sakti yang bertempat di Desa Sukasada, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.(http://posbali.com/tugu-perjuangan-tri-yudha-sakti-surga-bagi-para-fotografer/)

     Penggabungan antara foto pahlawan indonesia dengan foto superman ini adalah sebuah keadaan yang sedang kkita alami, indonesia mengalami revolusi,khususnya buleleng,sudah mulai merupakan sejarah,jika kita bertanya pahlawan kepada anak remaja,belum tentu mereka menjawab pahlawan nasional,apalagi anak-anak yang sudah terbiasa diajarkan dari kecil bahwa sosok pahlawan seperti (suparman,spiderman,dll).,jika kita tanya,mereka pasti menjawab demikian,untuk itu,ini adalah allasan /konsep dasar saya membuat penggabugan antara suparman dan pahlawan nasional buleleng,suparman dengan gagahnya berdiri berada di tengah,seolah-olah dia yang mimpin,sengaja warna suparman tidak saya ganti,agar lebih menonjol dan meyakinkan bahwa dia pemimpinnya,dua pahlawan di samping,sengaja saya biarkan warna tembok/semen disana,agar terlihat sudah berkarat dan rapuh.efek petir dan warna baground yang membara,melambangkan pahlawan yang pemberani,seolah-olah dia berdiri dengan tegak setelah mengalahkan muuhnya.

    pesan : jangan pernah melupakan sejarah,karena yang ada sekarang dan yang kita nikmati sekarang,terlahir dari sejarah.

    trimakasih!!



Senin, 29 September 2014

Disiplin Ilmu



Prentice (1990) menyatakan Ilmu Informasi sebagai disiplin, dan khususnya memakai pendekatan interdispliner (interdisciplinary approach). Dia menyatakan disiplin sebagai struktur, isi, dan implikasi dari sekumpulan pengetahuan tertentu (body of knowledge). Dalam perkembangan pesat saat ini, maka disiplin menjadi semakin kompleks.
Ada banyak disiplin yang berbeda-beda tetapi mungkin memiliki titik-awal dan tujuan yang sama, dan mungkin hanya berbeda dalam cara masing-masing memandang persoalan (subject matter) yang sama. Di dalam masyarakat, sebuah disiplin akademik biasanya membentuk organisasi profesional yang menerbitkan jurnal ilmiah, mengadakan konferensi, atau memberi penghargaan kepada ilmuwan atau peneliti yang dianggap mumpuni. Selain memiliki organisasi, sebuah disiplin juga biasanya memiliki “bahasa khusus” untuk memperlancar komunikasi ilmiah antar ilmuwan, strategi kebenaran (truth strategies) yang mempertegas perbedaan satu disiplin dari yang lainnnya., dan organisasi pengetahuan.
Sebuah disiplin lahir dan tumbuh dengan berbagai cara, misalnya:
  1. Pecahan dari disiplin yang sudah ada.
  2. Berada di pinggiran dari sebuah disiplin, dan tidak lagi menjadi pusat perhatian disiplin itu, lalu memisahkan diri menjadi disiplin khusus.
  3. Gabungan dari berbagai disiplin karena ada kesamaan –> bisa berbentuk disiplin baru atau interdisciplinary.
  4. Kebutuhan untuk mengatasi persoalan penting yang khas.
Selain Ilmu Informasi, Prentice memberi beberapa contoh disiplin baru. misalnya sosiologi pedesaan (rural sociology), arkeologi industri (industrial archeology), kajian penduduk setempat (native studies), sejarah ilmu pengetahuan, antropologi wanita , dan komunikasi ujaran (speech communication). Di Indonesia kita juga memiliki kajian ketahanan nasional, kajian lingkungan, dan kajian wanita.
Beberapa disiplin juga memperlihatkan fokus kepada upaya mengatasi masalah-masalah spesifik melalui kerjasama berbagai ilmu, misalnya:
  • Kedokteran hewan menggabungkan pengetahuan yang didapat dari ilmu tentang genetik, patologi, dan ilmu-ilmu dasar (basic sciences).
  • Kerja sosial menggabungkan pengetahuan yang didapat dari bidang hukum, ilmu perilaku dan psikologi.
  • Perencanaan sosial menyempat dari kerja sosial dan menambahkan bidang pengetahuan perencanaan regional (regional planning) ke dalamnya.
  • Kedokteran gigi menyempal dari kedokteran umum dan menambahkan pengetahuan budaya, terutam aspek estetika ke dalamnya.
 Terkadang penggabungan berbagai disiplin memperlihatkan berbagai ciri yang berbeda, sehingga Prentice membedakan antara tiga hal, yaitu:
  • Interdisipliner (interdisciplinary) adalah interaksi intensif antar satu atau lebih disiplin, baik yang langsung berhubungan maupun yang tidak, melalui program-program pengajaran dan penelitian, dengan tujuan melakukan integrasi konsep, metode, dan analisis.
  • Multidisipliner (multidisciplinay) adalah penggabungan beberapa disiplin untuk bersama-sama mengatasi masalah tertentu.
  • Transdisipliner (transdisciplinarity) adalah upaya mengembangkan sebuah teori atau aksioma baru dengan membangun kaitan dan keterhubungan antar berbagai disiplin. 
 Sementara itu, menurut Paisley (1990), Ilmu Informasi merupakan bagian dari sebuah konstelasi berbagai disiplin dan wilayah penelitian interdisipliner yang punya fokus sama, yaitu komunikasi manusiawi (human communication). Dia merujuk ke pendapat Fritz Machlup dan Jesse Shera yang sama-sama menganggap bahwa disiplin informas memperhatikan salah satu aspek dari sistem komunikasi yang menyeluruh (total communication system). Tulisan Vannevar Bush – As We May Think, sering dianggap sebagai “the manifesto of information science” walaupun Bush tidak menggunakan kata informasi, melainkan komunikasi dan pengetahuan.
Dalam pandangan Paisley, di dunia barat dan di Amerika Serikat muncul kecenderungan pihak teknologi dan rekayasa menggunakan istilah ‘informasi’ sementara pihak sosial-budaya menggunakan istilah ‘komunikasi’. Dalam konteks ini maka informasi lebih sering dikaitkan dnegan entitas yang tersimpan dan tersalurkan melalui teknologi tertentu, baik dalam bentuk perpustakaan maupun Internet. Sementara komunikasi merujuk ke proses yang dijalani manusia untuk memperoleh informasi dan pengetahuan. 
Paisley berpendapat bahwa Ilmu Informasi  selama ini lebih berurusan dengan simpan dan temu kembali informasi, dan kurang memperhatikan aspek proses komunikasi dan lingkungan sosial-budaya yang mempengaruhinya.  Sebaliknya Ilmu Komunikasi, khususnya disiplin komunikasi massa, lebih berurusan dengan kajian terhadap pengaruh media, terutama televisi, dengan lebih memperhatikan aspek sosial budaya daripada teknologi informasinya. 
Dalam perkembangan selanjutnya, menurut Paisley, ada tiga hal yang semakin lama semakin mempertegas ciri-ciri Ilmu Informasi sebagai multidisiplin, yaitu:
  • Informasi semakin diletakkan dalam konteks institusi, terutama perpustakaan, sekolah, media massa, perencanaan sumberdaya informasi, penyediaan jasa informasi, dan pengembangan sistem informasi.
  • Teknologi komunikasi memainkan peranan penting dalam perubahan, tetapi konteks sosial semakin diperhatikan juga. Perpustakaan digital, misalnya, tetap adalah sebuah perpustakaan.
  • Konteks epistemologi semakin dipertegas, karena kenyataan bahwa Ilmu Informasi juga mengandung beberapa cabang dari analisa sistem, statistika linguistik, cybernetics, dan antarmuka manusia-mesin, terutama yang dipengaruhi oleh pandangan kognitif dari bidang psikologi. 
  • Konteks sosial juga ikut dipertegas, terutama dengan mempelajari aspek sosi0-historis dan ekonomis dari penerapan teknologi informasi. Paisley mengingatkan bahwa Royal Society’s Conference of Scientific Information di tahun 1948 sudah bicara tentang bidang baru informasi bahkan sebelum ada komputer. Tahun 1950an dan 1960an ada upaya membangun sistem informasi untuk mendukung BigScience, dan baru pada pertengahan upaya itu muncul komputer. Makanya computer science dan information science berdekatan, sebelum akhirnya juga mengait ke hukum, psikologi, dan sebagainya. Juga ada kaitan dengan bisnis menjadi kajian khusus seperti business information dan  information industry.
    1. Kreativitas membutuhkan pengetahuan interdisipliner.
      Proses penemuan kerapkali mencakup tindakan menggabungkan ide yang sebelumnya tampak tidak berkaitan. Pemikiran yang kreatif kerap menghasilkan ide yang tidak lazim tapi membuahkan permutasi yang produktif. Aspek yang digabungkan bisa berasal dari satu disiplin, atau berasal dari permutasi ide dari dua atau lebih disiplin.
      2. Pendatang baru seringkali memberikan kontribusi yang penting pada bidangnya yang baru
      Observasi pendatang baru dapat membuka mata atas hal-hal yang baru. Misalnya di bidang antropologi, pendatang baru bisa melihat aspek aspek budaya yang kasat mata bagi penduduk asli. Para pendatang pun lebih cermat untuk tidak mengabaikan anomali.
      3. Penganut disiplin ilmu tertentu seringkali melakukan kesalahan yang hanya bisa terdeteksi oleh orang yang memahami dua atau lebih disiplin ilmu
      Pengamatan lintas disiplin berguna karena jurang antar disiplin ilmu terlalu luas. Sehingga tidak jarang ilmuwan mengambil kesimpulan yang bertabrakan dengan kesimpulan di disiplin ilmu lain akibat generalisasi atau tidak peka pada disiplin ilmu lain tersebut.
      4. Banyak sekali topik-topik riset yang jatuh di persimpangan beragam disiplin ilmu.
      Ruscio berargumen bahwa disiplin ilmu pada prakteknya tidak memiliki batas yang jelas selayaknya harapan para teoretisi disiplin ilmu tersebut.[6] Serta peneliti disipliner tampak mampu mengisi celah kosong yang produktif sehingga area abu-abu ilmu pengetahuan bisa diisi.
      5. Banyak permasalahan intelektual, sosial dan praktikal memerlukan pendekatan interdisipliner.
      Coba bayangkan sejarah pembangunan suatu negara. Beberapa tahun dan ribuan buku akan membawa kita pada kesimpulan, kebanyakan penulis gagal memahami secara keseluruhan karena terpaku pada satu disiplin ilmu saja. Kita harus ingat permasalahan yang muncul belum tentu datang dalam batasan satu disiplin ilmu saja. Misalnya reduksi polusi, ini bukan sekedar persoalan teknologi yang lebih baik saja, tetapi berkaitan dengan psikologi industri, efisiensi ekonomi, budaya pola hidup masyarakat, kebijakan politik, dan sebagainya.
      Seorang negarawan bisa melakukan kesalahan karena tidak memahami aspek teknis, sosial atau alamiah dari suatu kebijakan: sangat berbahaya memiliki dua atau lebih budaya yang tidak berkomunikas. ilmuwan bisa memberikan saran yang buruk dan pengambil keputusan tidak bisa membedakan mana yang baik dan buruk. Sejarah membuktikan bahayanya rekomendasi kebijakan yang terlalu sempit oleh mereka yang memiliki pengetahuan yang luas atau sebaliknya. Dalam dunia spesialisasi, seorang berpendidikan tinggi bisa tidak menyadari dimensi sosial dan moral dari tindakannya. Kompartementalisasi, selain rendahnya pendidikan adalah musuh besar yang hanya bisa ditaklukan oleh pendidikan yang menyeluruh.
      6. Pengetahuan dan riset interdisipliner berguna akan mengingatkan kita akan idealnya kesatuan badan ilmu pengetahuan.
      Tentu saja sekarang ini mustakhil untuk menguasai semua disiplin ilmu sekaligus. Tapi bila kita keliru mengartikan pengetahuan disiplin dengan kebajikan; jika kita lupa seberapa banyak kita tidak tahu; jika kita lupa seberapa besar kita tidak bisa tahu; jika kita tidak menginginkan, setidaknya sebagai prinsip, idealitas kesatuan badan ilmu pengetahuan; kita akan kehilangan sesuatu yang penting. Interdisiplineritas membantu kita mengingat hal ini, bahwa komponen komponen pengetahuan manusia merupakan pecahan dari keseluruhan bangunan pengetahuan.
      7. Pelaksana praktek interdisipliner menikmati fleksibilitas yang lebih besar dalam risetnya.
      Kebanyakan bidang ilmu mengalami kemajuan yang pesat, diikuti dengan periode stagnasi. Pada saat saat ini dalam konteks pribadi, ilmuwan yang berani pindah ke disiplin ilmu yang baru akan menikmati fleksibilitas dan kebebasan baru dalam karir mereka, sebuah imbalan personal untuk kesedian melintasi batas disiplin ilmu.
      8. Ketimbang terpaku pada satu disiplin ilmu yang sempit, penganut interdisipliner sering merasakan sensasi intelektual yang mirip dengan penjelajahan di lahan yang baru.
      Pada titik tertentu, imbal balik dari proses input tertentu mengecil secara progresif. Butuh berjam jam untuk belajar catur, dan tahunan untuk menjadi ahli. Hal serupa terjadi dalam dunia pembelajaran. Misalnya seorang ahli anatomi serangga dalam rangka menjadi ahli bisa jadi tidak pernah membaca Tolstoy atau tidak pernah mendengar Vivaldi akibat alokasi waktu yang ketat. Hidup ini telalu singkat untuk menjadi ahli dalam banyak bidang sekaligus. Agar menjadi ahli dalam bidangnya mereka berakhir hanya mengeksplorasi satu minat saja. Interdisiplineritas, kontras dengannya, selamanya memperlakukan diri mereka dengan intelektualitas yang setara dengan menjelajahi daerah eksotik.

      9. Pelaksana ilmu Interdisipliner bisa menjembatani jurang komunikasi dalam akademi modern, karenanya membantu memobilisasi sumberdaya intelektual yang besar dalam membangun rasionalitas yang lebih besar.
      Universitas modern hanya memiliki efektifitas yang sedang sebagai agen perubahan sosial. Kenyataannya dunia akademik menikmati kesuksesan yang minim dalam memobilisasi sumberdaya intelektualnya untuk memperbaiki masyarakat. Alasannya cukup jelas: fragmentasi disiplin ilmu membuat akademik pasif dihadapan dunia yang sewenang-wenang. Dalam komunitas dengan bahasa yang berlainan diperlukan komunikasi yang efektif untuk menggabungkan kekuatannya. Interdisiplineritas, dengan mengingatkan kita pada ideal kesatuan badan pengetahuan, dengan menguasai dua atau lebih bahasa akademik, bisa berkontribusi pada integrasi budaya akademik.
      10. Dengan menjembatani disiplin ilmu yang terfragmentasi, interdisipliner bisa berperan dalam membela kebebasan akademik.
      Penegakan nilai ekstrinsik akuntabilitas,nilai intrinsik pencarian reputasi dan kontrol kualitas dari rekan sejawat bisa mengarah kepada perbudakan intelektual dan kemudian pada kemandulan akademik. Akibat fragmentasi disiplin ilmu, akademisi kerap gagal mendeteksi ancaman besar pada kebebasan akademik ini. Pemahaman pentingnya kerjasama bisa menjadi pelindung melawan birokratisme yang berusaha menerapkan pengawasan yang ketat, berdasarkan indikator performa. Karenanya cukup penting untuk menjaga kebebasan seorang akademisi dalam memilih apa yang akan dikaji dan apa yang tidak.
      Pendekatan lintas disiplin ilmu ini juga memiliki kelemahan. Pertama, untuk mendapatkan jarak pandang yang luas, seorang bisa jadi mengorbankan waktu untuk menjadi ahli di satu bidang. Kedua, perlu dihindari upaya melakukan generalisasi yang naïf akibat pengabungan beberapa disiplin ilmu. Ketiga, Ilmuwan yang dikategorikan lintas batas menghadapi hambatan profesi yang masih memprioritaskan spesialisasi disiplin ilmu. Keempat, interdisiplineritas kerap dicap sebagai kompetitor oleh spesialis disiplin ilmu.
      Untuk mengatasi kelemahan ini haruslah melakukan perubahan cara berpikir. Akademik perlu memberi ruang bagi tumbuh kembangnya pengetahuan dan riset interdisipliner. Selayaknya ekosistem, akademik perlu merawat spesialis dan generalis demi terciptanya kemajuan akademik yang kaya. Perubahan cara berpikir ini salah satunya berkat tekanan imperatif lingkungan hidup.
      Russel mengatakan pendekatan lintas disiplin semakin mendesak akibat tekanan permasalahan lingkungan hidup (environmental imperative).[7] Sejak tahun 1960an, masyarakat industry modern telah menyaksikan perubahan dramatis dari kepedulian sosial atas isu lingkungan. Berkembangnya gerakan sosial lingkungan hidup turut menekan pemerintah untuk mengakui dan menyelesaikan persoalan lingkungan hidup yang diakibatkan oleh industri dan praktek sosial (gaya hidup) modern. Imperatif lingkungan hidup ini terlihat pada program ‘Manusia dan Biosfer’ dari UNESCO pada 1970an, Laporan Brundtland di 1980an dan Rio Earth Summit pada tahun 1990an.Lalu, Negara-negara merespon dengan membangun kementerian lingkungan hidup, meratifikasi perjanjian dan traktat isu-isu lingkungan hidup serta berpartisipasi pada pembangunan organisasi lingkungan hidup internasional. Salah satu indikasi meningkatnya kepedulian pada isu lingkungan hidup adalah bagaimana kemajuan pembangunan ekonomi ditekankan pada isu keberlanjutan.
      Meskipun kepedulian meningkat, permasalahan lingkungan hidup semakin besar. Permasalahan ini terdokumentasikan di berbagai organisasi internasional seperti United Nations Environmental Programme (UNEP), UNFCC (Climate Change) atau UNDP. Permasalahan yang dihadapi dunia termasuk tapi tidak terbatas deforestasi, polusi air, tanah, udara, degradasi lahan subur, penggurunan, degradasi keanekaragaman hayati dll. Ketika persoalan tersebut dibenturkan dengan ancaman perubahan iklim, situasi menjadi semakin pelik. Semakin memanasnya dunia dan perubahan iklim akan menggoncang ekosistem disegala penjuru dan lapisan kehidupan.
      Seirama dengan kesadaran politik, riset akademik mengkaji ‘lingkungan hidup’ turut meningkat. Walaupun sebelumnya kajian telah dilakukan di disiplin ilmu seperti biologi, geologi, hidrologi, geografi, arkeologi dll, Kesadaran untuk mengkombinasikan dan menghubungkan berbagai bidang pengetahuan tersebut datang baru-baru saja, terutama untuk mencapai aspek keberlanjutan pembangunan.
      Aspek ini telah menjadi faktor pendorong yang merubah pola pikir riset lintas disiplin ilmu. Konsep dan upaya mencapai pembangunan berkelanjutan juga telah menarik perhatian pentingnya mengkombinasikan pengetahuan dari ilmu sosial dan alam. Kesalinterhubungan permasalahan lingkungan hidup juga mengakibatkan perlunya kerjasama inter dan intra institusi dari level lokal hingga global. Hasrat untuk memahami lingkungan hidup secara menyeluruh dan membangun solusi untuk mengatasi masalah lingkungan telah mengakibatkan proliferasi pusat kajian dan mata pelajaran yang fokus pada masalah lingkungan hidup. Ini adalah bentuk mengkristalnya transdisiplinaritas akibat tekanan imperatif lingkungan hidup.
      Perspektif yang memfokuskan pada imperatif lingkungan hidup, mengakui permasalahan yang muncul hadir dalam konteks sosial dan alam yang terkait secara kompleks, penuh ketidakpastian dan tidak adanya batasan disiplin ilmu yang jelas. Lebih jauh lagi, mencari solusi untuk persoalan lingkungan hidup tidak hanya membutuhkan pemahaman atas lingkungan hidup dan ancamannya; tetapi juga harus mempengaruhi tindakan dan perilaku berbagai aktor di masyarakat.
      Cara berpikir ini melihat solusi memerlukan produksi pengetahuan yang berdasarkan pendekatan sistemik menyeluruh ketimbang partial; tidak terkungkung oleh batasan pengetahuan yang ketat, bisa menghadapi kompleksitas dan ketidakpastian; dan mampu mengintegrasikan dan mengkomunikasikan pengetahuan diantara semua aktor dan antar bidang disiplin ilmu.
      Pendek kata, pendekatan lintas disiplin penting dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang timbul dimasyarakat. Serta tekanan imperatif lingkungan hidup telah menjadi salah satu faktor pendorong praktek transdisiplinaritas dan kajian lintas disiplin ilmu lainnya. Karena itu dikala upaya kita memperdalam spesialisasi di dalam disiplin ilmu kita, ada baiknya kita memberikan perhatian juga pada kajian lintas disiplin ilmu.

Intermedia itu istilah di seni, berkaitan dengan konsep antara dua genre (aliran) seni, aliran diantara dua seni. Misalnya antara puisi dan lukisan.